Pengertian, Macam dan Jenis PPG Serta Perbedaanya.

Pendidikan adalah salah satu aspek penting bagi sebuah negara. Maka dari itu pemerintah sekarang ini sangat gencar membenahi pendidikan di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya pelaksanaan program Pendidikan Profesi Guru atau yang sering dikenal dengan PPG.

Lalu apa itu PPG dan seberapa pentingkah untuk dunia pendidikan di Indonesia?

Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah pendidikan tinggi setelah program pendidikan sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus dalam menjadi guru. Pendidikan profesi guru harus ditempuh selama 1-2 tahun setelah seorang calon lulus dari program sarjana kependidikan maupun non sarjana kependidikan. PPG (Program Pendidikan Profesi Guru) merupakan program pengganti akta IV yang tidak berlaku muali tahun 2005. (Sumber: wikipedia}.

Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Tuntutan peraturan perundangan bahwa guru harus berkualifikasi S- 1/ D- IV dan Memiliki sertifikat pendidik yang diperoleh melalui program pendidikan profesi guru.

Landasan Yuridis
•UU RI Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.
•UU RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
•PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
•PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
*Peraturan Mendiknas No 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
•Permendiknas Nomor 10 Tahun 2009 tentang sertifikasi Guru dalam Jabatan.
•Permendiknas No 8 Tahun 2009 tentang Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan

Jenis-jenis PPG

A. PPG Pra Jabatan

  1. Dari beberapa PPG prajabatan  yang pernah dilaksanakan antara lain:
    PPG S1 PGSD Berasrama = Pendidikan yang diperuntukan bagi lulusan S1 PGSD atau D2 PGSD. Pendidikan ditempuh selama 1 tahun (18-20 SKS). PPG S1 PGSD Berasrama dilaksanakan pada tahun 2009 sampai 2012 lalu.
  2. PPG S1 Basic science berasrama, = Pendidikan yang diperuntukan bagi lulusan MIPA. Pendidikan ditempuh selama 1 tahun (18-20 SKS) pernah dilaksanakan pada tahun 2009 sampai 2012 lalu.
  3. PPG SM3T; Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) Pendidikan yang dikhususkan bagi calon pendidik yang akan ditempatkan pada kawasan 3T. ini website resmi registrasi SM3T http://seleksi.dikti.go.id/sm3t/
    Pola SM3T dulunya ditugaskan dulu ke kawasan 3T, setahun mengabdi barulah mengikuti PPG. Saat ini SM3T sudah 6 angkatan.
  4. PPG Sekolah Menengah kejuruan Kolaboratif = Pendidikan yang diperuntukan bagi calon guru Sekolah Menengah kejuruan dilaksanakan semenjak tahun 2012.
  5. PPG Terintegrasi = Kuliah kependidikan (bagi lulusan sma dari kawasan 3T), lulus pribadi sudah sanggup akta pendidik (multi grade), masa pendidikan 9 Semester.
  6. Sertifikasi Guru melalui Jalur Pendidikan (2007-2009)
  7. PPG Prajabatan Bersubsidi. Yakni PPG yang dibuka Kemenristek Dikti yang biaya pendidikannya dibantu oleh Kemenristek Dikti. Mulai dibuka tahun 2017 lalu, untuk tahun 2018 ini akan dibuka kembali di bulan Maret 2018 ini.
  8. PPG Prajabatan Swadana, Kebalikan dari PPG Prajabatan bersubsidi, maka PPG Swadana seluruh biaya  PPG menjadi tanggung jawab pribadi mahasiswa PPG. Hingga dikala ini belum ada registrasi PPG Swadana, walaupun dalam Pedoman PPG telah disebutkan mengenai persyaratan PPG Swadana tersebut.

B. Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPGJ)

Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPGJ) adalah program yang diperuntukkan bagi guru yang sudah terdata di KEMENDIKBUD dan sudah mengajar. Secara umum program PPGJ bisa dikatakan sebagai pengganti PLPG yang sudah tidak dipakai lagi. Hal ini didasarkan kepada peraturan MENDIKBUD Nomor 37 Tahun 2017, tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan Yang Diangkat Sampai Dengan Akhir Tahun 2015. Serta pada PERMENRISTEKDIKTI Nomor 55 Tahun 2017, tentang Standar Kependidikan Guru.

Berdasarkan surat Direktur Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nomor: 4184/B4/GT/2018. Syarat mengikuti program PPGJ adalah:

  1. Diangkat sebagai guru sampai dengan 31 Desember 2015.
  2. Terdaftar pada Dapodik Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan per tanggal 31 Juli 2017.
  3. Memiliki NUPTK (dapat dipenuhi setelah lulus pretest).
  4. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi yang memiliki program studi yang terakreditasi, dibuktikan dengan scan ijazah S-1/D-IV.
  5. Berkualifikasi akademik S-1/D-IV yang sesuai dengan program studi pada PPG yang akan diikuti.
  6. Masih aktif mengajar dibuktikan dengan memiliki SK pembagian tugas mengajar dari kepala sekolah 5 (lima) tahun terakhir (mulai tahun 2014 sampai dengan 2018).
  7. Berstatus guru PNS, guru bukan PNS disekolah negeri, dan guru tetap yayasan (GTY). Guru bukan PNS di sekolah negeri dibuktikan dengan SK Pengangkatan dari Kepala Daerah atau Kepela Dinas Pendidikan 5 (lima) tahun terakhir (mulai tahun 2014-2018).
  8. Berusia setinggi-tingginya 58 tahun.
  9. Sehat jasmani dan rohani.
  10. Bebas dari Napza.
  11. Berkelakuan baik.