Pencairan Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kematian Jika PNS Meninggal Dunia

Jika seorang PNS meninggal dunia maka ahli warisnya berhak atas Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kematian (ini belum termasuk uang pensiun bulanan misal pensiun janda/duda/anak).

Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kematian diberikan kepada ahli waris  apabila peserta meninggal dunia sebelum mencapai usia pensiun (diterima oleh ahli waris).

Pengajuannya oleh Ahli waris ke PT Taspen.
Prosedur pengurusan  Tabungan Hari Tua (THT) dan Asuransi Kematian (ASKEM), apabila Peserta meninggal dunia pada saat masih aktif adalah sebagai berikut:
a. Mengisi Formulir Permintaan Pembayaran (FPP);
b. Surat keterangan ahli waris dari instansi;
c. Asli Kutipan Perincian Penerimaan Gaji (KPPG) yang dibuat oleh bendaharawan gaji;
d. Foto copy surat kematian yang di legalisir Lurah/Kepala Desa;
e. Foto copy Surat Nikah dilegalisir oleh Lurah / KUA;
f. Foto copy identitas diri (KTP / SIM / Paspor) pemohon yang masih berlaku.
g. Akta kelahiran anak, jika anak yang mengajukan.
Catatan :
Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) / Pejabat Negara, sekaligus dibayarkan Uang Duka Wafat progran JKM.